Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah di Indonesia dengan menambahkan variabel green financing (GF) sebagai faktor baru yang merepresentasikan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu periode 2016–2024, diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah OJK dan Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, variabel GF, IHSG akan memperlemah DPK, sedangkan IPI dan IR akan memperkuatnya. Berbeda dengan jangka pendek, dalam jangka panjang variabel GF, inflasi (INF) berpotensi melemahkan DPK sedangkan tingkat imbal hasil (IR) secara konsisten akan memperkuat DPK. Temuan ini mengindikasikan bahwa penghimpunan DPK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perbankan, tetapi juga oleh kondisi makroekonomi serta kebijakan keberlanjutan yang diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam memperkuat strategi penghimpunan dana dan memperluas peran perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025