Kasus pelecehan seksual di Indonesia terus mengalami peningkatan, termasuk di Kabupaten Gresik yang banyak melibatkan korban remaja perempuan. Pelecehan seksual tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan stres, sehingga korban membutuhkan pendampingan yang tepat untuk memulihkan kondisi emosionalnya. Artikel ini membahas pelaksanaan konseling individu berbasis daring bagi korban pelecehan seksual di Biro ASCA Elpida. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan asesmen awal menggunakan DASS-42, kemudian dilanjutkan tiga sesi konseling yang berfokus pada eksplorasi emosi, restrukturisasi kognitif, dan penguatan mekanisme koping. Hasil menunjukkan penurunan gejala kecemasan dan stres, serta peningkatan kemampuan klien dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosinya. Klien juga menunjukkan perkembangan dalam membangun kembali rasa percaya diri dan keterlibatan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling daring dapat menjadi alternatif pendampingan psikologis yang efektif, fleksibel, dan ramah korban.
Copyrights © 2025