Doktrin Tritunggal merupakan salah satu ajaran paling fundamental dalam teologi Kristen, namun sering disalahpahami, baik oleh kalangan Kristen maupun non-Kristen. Beragam interpretasi muncul akibat minimnya pemahaman teologis yang benar, paparan terhadap ajaran-ajaran sesat, serta kurangnya pengajaran doktrinal yang sistematis di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis-teologis perkembangan doktrin Tritunggal serta relevansinya bagi pengajaran gereja masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap teks Alkitab, tulisan bapa gereja, dan literatur teologis klasik serta kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah “Tritunggal” tidak ditemukan secara eksplisit dalam Alkitab, dasar biblika mengenai keesaan Allah dalam tiga pribadi sangat kuat. Perkembangan historis melalui pemikiran Tertullian, Athanasius, Agustinus, hingga konsili ekumenis meneguhkan doktrin Tritunggal sebagai ajaran ortodoks gereja. Doktrin Tritunggal tidak hanya menjadi fondasi teologis, tetapi juga memiliki implikasi penting terhadap penafsiran Alkitab, identitas gereja sebagai komunitas relasional, serta praktik ibadah, misi, dan etika Kristen. Pemahaman yang benar mengenai Tritunggal membantu gereja membangun kehidupan iman yang sehat, relasional, inklusif, dan berorientasi pada misi Allah. Dengan demikian, penguatan pengajaran doktrin Tritunggal menjadi kebutuhan mendesak bagi gereja masa kini agar jemaat memiliki dasar iman yang kokoh di tengah tantangan teologis modern.
Copyrights © 2025