Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi sejak dini, termasuk pada masa remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan menilai status gizi remaja putri di Desa Pejaten sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi interaktif, pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan IMT), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Partisipasi sekolah dan puskesmas setempat menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan pada remaja putri, dengan persentase kategori "baik" meningkat dari 0% menjadi 40%. Hasil penilaian status gizi menunjukkan bahwa 59% remaja putri memiliki gizi baik, 28% gizi kurang, 10% gizi lebih, dan 4% obesitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar remaja memiliki status gizi baik, terdapat masalah gizi ganda (gizi kurang dan gizi lebih) yang memerlukan intervensi berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukasi gizi interaktif dan penilaian status gizi secara berkala efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Disarankan agar program serupa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lintas sektor untuk mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa remaja.
Copyrights © 2025