Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan derajat superlatif dalam teks deskriptif siswa di Kelas 9 SMPN 5 Padang. Derajat superlatif, sebagai bentuk tata bahasa yang digunakan untuk membandingkan lebih dari dua hal dan untuk menunjukkan tingkat kualitas tertinggi atau terendah, merupakan fitur kunci dalam penulisan deskriptif. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menyelidiki frekuensi, akurasi, dan jenis derajat superlatif yang digunakan oleh siswa. Temuan menunjukkan bahwa meskipun siswa terbiasa dengan konsep superlatif, kesalahan dalam bentuk, struktur, dan penggunaan konteks masih sering ditemukan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 5 Padang. Sampel yang dipilih adalah kelas 9B dan mereka dipilih dengan teknik pengambilan sampel mudah. Mereka hanya 32 siswa sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif untuk menggambarkan kemampuan siswa kelas sembilan SMPN 5 Padang dalam menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Peneliti memberikan tes menulis kepada siswa untuk mengambil skor pada kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Ada 30 siswa dari 32 siswa karena sisanya tidak hadir. Peneliti mengklasifikasikan kemampuan siswa berdasarkan tingkat penguasaan minimum (KKM) SMPN 5 Padang (75). Hasil tes tersebut adalah siswa dengan kemampuan tinggi, 45% dapat menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif dan kemampuan rendah adalah 55% tidak dapat menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Berdasarkan temuan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa siswa kelas sembilan perlu belajar keras tentang tata bahasa Inggris untuk menghindari kesalahan dalam menulis teks bahasa Inggris.
Copyrights © 2025