Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi kafein dengan gejala psikosomatis pada pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang pegawai yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi kafein dan Psychosomatic Symptom Scale (PSSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 25-34 tahun (85%) dan berjenis kelamin perempuan (75%). Sebanyak 57,5% responden memiliki kebiasaan konsumsi kafein kategori sedang dan 62,5% mengalami gejala psikosomatis. Analisis tabulasi silang menunjukkan tren peningkatan proporsi gejala psikosomatis seiring dengan meningkatnya tingkat konsumsi kafein. Uji statistik Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,020, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kebiasaan konsumsi kafein dengan gejala psikosomatis. Disimpulkan bahwa konsumsi kafein, terutama dalam tingkat sedang hingga berat, berasosiasi dengan prevalensi gejala psikosomatis yang lebih tinggi pada pegawai.
Copyrights © 2025