Ketimpangan distribusi sarana kesehatan di Indonesia masih menjadi persoalan dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan visualisasi ketersediaan sarana kesehatan di tingkat desa/kelurahan per provinsi di Indonesia tahun 2024 dengan menggunakan analisis biplot. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencakup enam jenis sarana kesehatan di 38 provinsi. Hasil analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa dua komponen utama mampu menjelaskan 93,3% total variasi data. Komponen pertama (86,5%) didominasi oleh jumlah rumah sakit, rumah sakit bersalin, puskesmas, pustu, dan apotek. Komponen kedua (6,8%) mengindikasikan variasi pada persebaran puskesmas pembantu. Hasil biplot menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur memiliki ketersediaan sarana kesehatan yang tinggi, tercermin dari posisinya yang jauh ke arah positif pada Dim1. Sebaliknya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Gorontalo berada dekat titik pusat atau kuadran negatif, menandakan rendahnya jumlah fasilitas kesehatan. Provinsi Jawa Tengah terlihat sebagai outlier pada Dim2, yang mengindikasikan distribusi fasilitas yang tidak biasa. Hasil ini memberikan informasi visual yang berguna untuk mendukung kebijakan pemerataan sarana kesehatan nasional
Copyrights © 2025