Jambu biji merupakan tanaman tropis dengan kandungan senyawa bioaktif dan berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa ini berpotensi digunakan dalam pengelolaan pascapanen dan kultur jaringan tanaman karena kemampuannya menekan stres oksidatif dan menjaga stabilitas pigmen. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai IC₅₀ ekstrak buah jambu biji hasil maserasi menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung pemanfaatan sumber daya alami berkelanjutan di bidang pertanian. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% untuk menjaga kestabilan senyawa fenolik, sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan melalui pengukuran peredaman radikal DPPH. Nilai IC₅₀ sebesar 22,49 ppm menandakan bahwa ekstrak buah jambu biji memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak jambu biji berpotensi diaplikasikan sebagai bahan alami untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dan sebagai agen penekan pencoklatan dalam kultur jaringan tanaman. Dengan demikian, pemanfaatan ekstrak jambu biji dapat menjadi alternatif berkelanjutan dalam inovasi pertanian ramah lingkungan.
Copyrights © 2025