Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Increasing the Yield of Purple Corn (Zea mays L.) through the Application of Compost Organic Fertilizer Enriched with Trichoderma Nurnawati, Andi Ayu; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Poleuleng, Andi Besse; Hala, Dian Magfirah
International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 2 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsas.v2i5.1894

Abstract

Purple corn has many benefits for body health so it is necessary to develop research related to this plant. This research aims to obtain information on the effect of giving trichocompost on the production of purple corn plants as well as the recommended dosage of trichocompost fertilizer based on research results. The design method used was Randomized Block Design with treatment in the form of different doses of trichocompost fertilizer (0 tons/ha, 20 tons/ha, 25 tons/ha, 30 tons/ha, and 35 tons/ha).  Analysis of variance and the Least Significant Difference (LSD) test showed that the application of trichocompost doses had a significant effect on cob length, cob diameter, and purple corn plant yield. An application of 25 tons/ha of trichocompost can be used as the most efficient recommended dose.
BIOKONVERSI LIMBAH PABRIK TEH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADA PT. MADINA ANEKA SUBUR Haruna, Harsani; Poleuleng, Andi Besse; Hala, Dian Magfirah; Nurnawati, Andi Ayu; Indriani, Susi; Rasbawati, Rasbawati; Fajri, Syarif Al; Mutmainna, Mutmainna; Servianti, Servianti; Yusbasari, Yuki; Para’pean, Yulius Tina’
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i1.41744

Abstract

Proses pembuatan pupuk organik oleh PT Madina Aneka Subur memanfaatkan limbah pabrik teh berupa ampas sebagai bahan baku pupuk organik. Limbah ampas teh merupakan bahan organik dan memiliki berbagai macam kandungan. Masih awamnya pemahaman mengenai Maggot yang meliputi manfaat dan cara budidaya Maggot sehingga jarang yang memanfaatkan Maggot sebagai pengurai bahan organik. Pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman PT Madina Aneka Subur dalam mengelola limbah pabrik teh dalam meningkatkan pendapatan usaha produksi pupuk. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan cara ceramah serta diskusi, sedanngkan pendampingan dilakukan dengan cara praktek di lokasi PT Madina Aneka Subur. Hasil kegiatan menjunukkan semangat dan antusias dari PT Madina Aneka Subur yang ingin memahami lebih lanjut proses pengolahan dengan memanfaatkan Maggot. Hal ini ditunjukkan pada saat kegiatan lanjutan berupa pendampingan budidaya Maggot. Kegiatan pelatihan dan pendampingan biokonversi limbah pabrik teh dengan memanfaatkan maggot berlangsung lancar dan sukses serta pemahaman peserta dari PT Madina Aneka Subur meningkat terkait pengolahan limbah pabrik teh dengan budidaya Maggot
Pemanfaatan kulit buah kakao dan gedebok pisang sebagai bahan baku pupuk organik cair Halid, Erna; Kadir, Muh.; Nurnawati, Andi Ayu
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i2.719

Abstract

Bidang pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Realita di lapangan bahwa masyarakat Desa Anabanua cenderung mengabaikan bagian tanaman yang tidak dikonsumsi kemudian berakhir menjadi sampah yang tidak termanfaatkan padahal limbah tersebut dapat bermanfaat apabila dapat diolah menjadi suatu produk yang bernilai. Gedebok pisang dan kulit buah kakao sebagai salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik cair sehingga dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan pengabdian pembuatan pupuk organik cair dengan bahan kulit buah kakao dan gedebok pisang dilakukan agar kelompok petani sebagai mitra dapat memanfaatkan sampah atau bagian tanaman yang tidak dikonsumsi menjadi pupuk organik cair yang akan menjadi pioneer tercapainya desa hijau sesuai dengan motto Kabupaten Barru. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Batu Mammanae yang telah terbentuk sejak tahun 2012. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Juli 2023 dengan metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kelompok Tani Batu Mammanae sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian telah memperoleh wawasan dan keterampilan mengenai pemanfaatan sampah rumah tangga atau bagian tanaman yang tidak dikonsumsi menjadi pupuk organik. Kelompok mitra telah memanfaatkan gedebok pisang dan kulit buat kakao untuk pembuatan pupuk organik cair untuk mendukung tercapainya desa hijau Kabupaten Barru.
UJI ADAPTASI DAN ANALISIS MOLEKULER BEBERAPA MUTAN JAGUNG TERHADAP KEKERINGAN Nurnawati, Andi Ayu; BDR, Muh. Farid; Musa, Yunus
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe mutan jagung yang berkerabat paling jauh dengan induknya serta mendapatkan genotipe jagung yang adaptif dan toleran terhadap kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - November 2014 di Laboratorium Biologi Molekuler Balitsereal Maros dan lahan di Desa Bontosunggu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode isolasi DNA marka SSRs (Simple Sequence Repeats) terhadap 14 genotipe jagung dan uji adaptasi di lahan kering menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam 3 ulangan dengan petak utama perlakuan pengairan yang terdiri atas tanpa pengairan dengan pengairan normal. Anak petak yaitu perlakuan genotipe dengan tingkat ketersediaan air (KA) yang berbeda-beda pada penelitian sebelumnya diantaranya Bisma 100 Gy KA 60%, Bisma 100 Gy KA 80%, Bisma 100 Gy KA 100%, Bisma 200 Gy KA 60%, Bisma 200 Gy KA 80%), Bisma 200 Gy KA 100%, Lamuru 100 Gy KA 60%, Lamuru 100 Gy KA 80%, Lamuru 100 Gy KA 100%, Lamuru 200 Gy KA 60%, Lamuru 200 Gy KA 80%, Lamuru 200 Gy KA 100%, Bisma tanpa iradiasi, dan Lamuru tanpa iradiasi. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa 34 – 91 % polimorfisme dalam suatu populasi dimana genotipe Bisma 100 Gy dan Bisma 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada kondisi KA masing-masing 100%, genotipe Lamuru 100 Gy dan Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA masing-masing 60%, serta genotipe Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA 80% mempunyai kekerabatan paling jauh dengan induknya. Uji adaptasi di lapangan memperlihatkan hasil bahwa genotipe berasal dari Bisma 200 Gy yang dianggap toleran terhadap kekeringan dengan nilai tertinggi pada berbagai komponen parameter pengamatan di lapangan. Parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol kupasan basah, jumlah biji per baris, dan diameter tongkol merupakan karakter yang dapat dipakai sebagai tolok ukur ketahanan terhadap cekaman kekeringan
APLIKASI PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO KLON SULAWESI 2 Poleuleng, Andi Besse; Hala, Dian Magfirah; Nurnawati, Andi Ayu
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari pemberian berbagai dosis pupuk bokashi terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 taraf yaitu 1) Tanpa Pupuk Bokashi, 2) Pupuk Bokashi 100 g/polybag, 3) Pupuk Bokashi 200 g/polybag, 4) Pupuk Bokashi 300 g/polybag dan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 12 unit satuan percobaan. Aplikasi pupuk dilakukan pada bibit kakao Klon Sulawesi 2 yang berumur 4 MST. Pengamatan dilakukan hingga umur bibit 12 MST dengan interval 2 minggu sekali terhadap tinggi bibit, jumlah daun, luas daun, diameter batang. Bobot basah dan bobot kering tanaman dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukan pupuk Bokashi memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter yaitu tinggi bibit, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah dan bobot kering tanaman. Bibit kakao yang diberi pupuk Bokashi dengan dosis 300 g/polybag menghasilkan rata-rata nilai tinggi bibit tertinggi (19,87 cm), begitu pula dengan jumlah daun terbanyak (11,92 helai), nilai luas daun (9,30 cm2), nilai diameter batang tertinggi (1,11 cm), serta nilai serta nilai bobot basah dan bobot kering tertinggi masing-masing 13,21 g dan 7,92 g.
Pemanfaatan Teknologi Spasial pada Pemetaan Partisipatif Potensi Tanaman Aren: Penguatan Kelompok Tani Hutan Karya Baru Kabupaten Maros Samsu, Andi Khairil A.; Hajar, Hajar; Ariandi, Rahmat; Nurnawati, Andi Ayu; Ardiansyah, Didit; Taufik, Taufik; Mukhlis, Mukhlis; Wulansari, Wulansari
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17808

Abstract

This community service program aims to enhance the understanding and skills of farmer group members in conducting spatial-based data collection of sugar palm (Arenga pinnata) resources. The methods implemented include socialization, spatial data collection training using mobile GPS, participatory mapping assistance, and program evaluation through pre-test and post-test methods. Data analysis was carried out using GIS software. The results of the participatory mapping of sugar palm potential identified 36 potential points of Arenga pinnata within the operational area of the Karya Baru Farmer Group, consisting of 7 productive trees and 29 non-productive ones. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ competencies, with increases of 43.2% in skills, 41.8% in motivation, 37.3% in knowledge, and 33.9% in attitude—demonstrating the achievement and effectiveness of the participatory mapping program. Overall, the Participatory Mapping of Sugar Palm Potential activity in the Karya Baru Farmer Group area has successfully increased members’ understanding of the importance of mapping and recording natural resource assets as a foundational database for the future development of sugar palm–based products.
Potensi Antioksidan Ekstrak Buah Jambu Biji Ditinjau dari Nilai IC₅₀ dengan Pendekatan Metode DPPH Nurnawati, Andi Ayu; Hala, Dian Magfirah; Inderiati, Sitti
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2445

Abstract

Jambu biji merupakan tanaman tropis dengan kandungan senyawa bioaktif dan berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa ini berpotensi digunakan dalam pengelolaan pascapanen dan kultur jaringan tanaman karena kemampuannya menekan stres oksidatif dan menjaga stabilitas pigmen. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai IC₅₀ ekstrak buah jambu biji hasil maserasi menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung pemanfaatan sumber daya alami berkelanjutan di bidang pertanian. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% untuk menjaga kestabilan senyawa fenolik, sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan melalui pengukuran peredaman radikal DPPH. Nilai IC₅₀ sebesar 22,49 ppm menandakan bahwa ekstrak buah jambu biji memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak jambu biji berpotensi diaplikasikan sebagai bahan alami untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dan sebagai agen penekan pencoklatan dalam kultur jaringan tanaman. Dengan demikian, pemanfaatan ekstrak jambu biji dapat menjadi alternatif berkelanjutan dalam inovasi pertanian ramah lingkungan.