Wilayah Lombok Utara merupakan kawasan rawan gempa dan longsor yang membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat berbasis komunitas untuk menghadapi potensi risiko bencana. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi pemuda desa dalam manajemen risiko bencana melalui pendekatan pelatihan, simulasi, dan edukasi partisipatif. Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari anggota karang taruna dan perangkat desa mengikuti rangkaian kegiatan intensif selama lima hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko dari skor awal 60,2 menjadi 89,8 pada skala 100, serta kenaikan kemampuan tanggap darurat sebesar 30%. Selain itu, kegiatan menghasilkan rencana aksi Desa Tangguh Bencana yang disahkan oleh kepala desa sebagai dokumen resmi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi partisipatif mampu memperkuat kesiapsiagaan komunitas sekaligus mendorong kolaborasi dan solidaritas sosial dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Copyrights © 2025