Kota medan merupakan kota yang di dalamnya terdapat beberapa dusun. Dimana dusun tersebut mengalami kesulitan air bersih, sehingga mendapatkan bantuan berupa sumur bor, mesin pompa air dan tandon air dari KAPOLRES Kabupaten Langkat melalui program POLRI Peduli Lingkungan. Dengan adanya program tersebut, masyarakat sangat terbantu dalam mendapatkan air bersih. Akan tetapi, pihak Desa maupun Kepala Dusun setempat sulit untuk memantau maupun menghitung dalam hal pembagian air bersih secara merata dan adil. Masalah tersebut dapat teratasi dengan adanya sistem tandon air cerdas berbasis internet of things. Sistem ini dapat bekerja secara otomatis yang dilengkapi beberapa sensor seperti sensor ultrasonik dan modul relay yang akan mengontrol pompa air untuk pengisian air ke dalam tandon air. Sistem ini juga dilengkapi dengan keypad 4x4, masyarakat dapat memasukkan kode akses melalui keypad yang akan mengaktifkan solenoid valve dan sensor waterflow dalam menghitung pembagian air yang akan keluar untuk masyarakat. Dalam hal pemantauan, sistem ini dapat di monitoring melalui aplikasi blynk dari jarak jauh menggunakan akses internet. Sebagai pusat data dan kontrol, digunakan mikrokontroler ESP8266. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor ultrasonik memiliki akurasi rata-rata 98,7% dalam mengukur jarak, sementara sensor flow meter memiliki akurasi rata-rata 98,3% dalam mengukur volume aliran air. Sistem ini dapat memantau ketinggian air dan pengambilan air secara akurat dan efisien, serta mengotomatiskan proses pengelolaan sumber daya air di tandon.
Copyrights © 2024