Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program Al Huda Care yang digagas oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Falah Al Mubarokah dalam mendukung pendidikan siswa dan siswinya, khususnya bagi peserta didik yatim, dhuafa, dan putra, putri dari dewan guru dan pegawai di yayasan itu. Program ini merupakan implementasi dari potensi filantropi islam, yaitu berupa Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) sebagai instrumen pendukung bagi pemberdayaan pendidikan. Karena akses pendidikan bagi yatim dan dhuafa masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Penelitian ini mengangkat tentang model pendanaan pendidikan berbasis ZIS yang jarang dikaji dalam konteks kepesantrenan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Al Huda Care berhasil dalam meringankan beban biaya pendidikan untuk 89 siswa yatim, dhuafa, dan penerima manfaat lainnya di tahun ini bahkan mungkin jumlah penerimanya akan terus bertambah setiap tahunnya, menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, serta memberikan dukungan moriil dan materiil dalam menunjang keberlangsungan pendidikan mereka. Dengan demikian, Temuan ini menunjukkan bahwa dana ZIS dapat dioptimalkan untuk pengembangan sumber daya manusia berbasis komunitas. Diantaranya program Al Huda Care ini yang menjadi model praktik yang baik dalam memanfaatkan dana zakat, infak dan sedekah untuk investasi sumber daya manusia melalui pendidikan.
Copyrights © 2025