Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian remaja dengan gangguan spektrum autisme (GSA) melalui intervensi berbasis task analysis dan modifikasi perilaku. Subjek berusia 20 tahun dengan diagnosis GSA berat. Penelitian ini secara teoretis memperkaya pemahaman tentang intervensi perilaku dalam kemandirian anak GSA, secara praktis memberi panduan sederhana bagi pendidik dan keluarga, serta secara sosial menumbuhkan kesadaran bahwa anak autisme dapat berkembang dengan pendekatan yang tepat. Desain penelitian yang digunakan adalah Single-Case Experimental Design dengan Multiple Baseline Across Behaviors. Intervensi mencakup task analysis, video modeling, graduated guidance, errorless learning, dan reinforcement positif. Hasil menunjukkan peningkatan kemandirian dalam aktivitas mandi, menggosok gigi, dan menyiapkan tas sekolah. Namun demikian, masih terdapat hambatan dalam generalisasi keterampilan dan sensitivitas sensorik. Intervensi terbukti efektif dan dapat dijadikan model pelatihan kemandirian pada individu GSA.
Copyrights © 2025