Tanah lempung memiliki sifat yang tidak stabil yaitu tanah kohesif yang mempunyai kekuatan geser rendah serta memiliki daya dukung yang rendah danĀ umumnya memiliki nilai CBR yang rendah. Upaya perbaikan karakteristik tanah ini dilakukan melalui stabilisasi kimiawi dengan memanfaatkan limbah abu ampas aren dan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR tanah lempung dengan penambahan abu ampas aren 3%, 6%, dan 9% serta 5% semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Pengujian ini dilakukan meliputi pengujian sifat fisis tanah (kadar air, berat isi, berat jenis, analisis saringan, dan batas Atterberg), pengujian pemadatan dan pengujian CBR Unsoaked. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi tanah menurut sistem AASHTO tanah termasuk ke dalam kelompok A6 yaitu tanah berlempung dengan nilai indeks plastisitas tinggi. Dengan nilai CBR tanah asli sebesar 5,097%. Setelah dilakukan stabilisasi pada tanah asli dengan campuran variasi abu ampas aren 3% dan semen 5% nilai CBR yang diperoleh sebesar 7,585%, pada tanah asli dengan campuran variasi abu ampas aren 6% dan semen 5% nilai CBR yang diperoleh sebesar 9,157%, dan tanah asli dengan campuran variasi abu ampas aren 9% dan semen 5% nilai CBR yang diperoleh sebesar 11,058%. Hal tersebut menujukkan bahwa semakin banyak penambahan variasi abu ampas aren yang diberikan, semakin tinggi pula nilai CBR yang didapatkan.
Copyrights © 2025