Salah satu esensi demokrasi adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi ini menjadi fondasi dalam proses demokratisasi di era digital. Kemunduran demokrasi yang sedang dialami Indonesia dan berbagai negara di Asia Tenggara telah mendorong munculnya perlawanan dari kelompok-kelompok pro-demokrasi dengan beragam ekspresinya. Salah satunya terekspresikan dalam wacana “My body, My Choice” di media YouTube. Wacana ini didorong oleh kelompok pro- choice untuk mendukung gerakan aborsi yang dianggap sebagai bagian dari hak asasi manusia. Tujuan penelitian ini ialah mengungkapkan inovasi demokrasi dalam wacana aborsi dan pro-choice protester di media YouTube. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, studi ini menemukan bahwa munculnya wacana aborsi di media YouTube ini menunjukkan adanya inovasi demokrasi di era digital ini yang memberikan ruang kebebasan untuk berekspresi. Tidak hanya kelompok yang kontra, namun kelompok yang pro atas wacana aborsi pun mempunyai ruang bebas untuk berpendapat dalam media YouTube. Dengan demikian, YouTube, menjadi salah satu media sosial yang juga menjadi wadah untuk melakukan inovasi demokrasi ditengah kemunduran demokrasi.
Copyrights © 2023