Pikiran manusia memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Neurosains, sebagai cabang ilmu yang mempelajari sistem saraf termasuk otak, telah memberikan penjelasan ilmiah tentang bagaimana pikiran dapat mempengaruhi aktivitas otak dan proses fisiologis dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis teks, Jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema Kekuatan pikiran dan berpikir positif terhadap kesehatan perspektif neurosains. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pola pikir positif dan negatif dapat membentuk pola aktivitas neural yang berbeda di dalam otak, terutama di daerah-daerah yang terkait dengan pengolahan emosi dan regulasi suasana hati. Berpikir positif dapat meningkatkan pelepasan neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan endorfin, yang berperan dalam regulasi suasana hati dan persepsi rasa sakit. Selain itu, pikiran positif juga dapat mempengaruhi sistem endokrin, seperti mengurangi pelepasan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan pelepasan hormon relaksasi dan penyembuhan (oksitoksin). Pola pikir positif terbukti dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme neuroendokrin, sementara stres dan emosi negatif dapat menekan sistem kekebalan. Pikiran positif juga membantu dalam proses penyembuhan luka dan mengurangi persepsi rasa sakit. Temuan terbaru menunjukkan bahwa pola pikir positif dapat mempengaruhi ekspresi gen terutama gen-gen yang terkait dengan respons kekebalan tubuh, penyembuhan luka, dan proses penuaan.
Copyrights © 2025