Penelitian ini bertujuan mempresentasikan peristiwa yang terjadi didalam cerpen menggunakan paradigma sosiologi sastra Ian Watt yang dipilih oleh penulis sebagai objek formal terkait yang tercermin dalam kehidupan Wanita saat ini namun jarang disadari atau dibahas oleh masyarakat luas. Tere Liye memaparkan peristiwa sosial yang dialami melalui perbincangan antar tokoh dalam cerpen yang tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang bisa menginspirasi para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Cerpen Bila Semua Wanita Cantik menyajikan cerita yang ringan sehingga dapat mudah dipahami berbagai kalangan. Sosiologi sastra berdasarkan Ian Watt mempunyai keterkaitan yang begitu erat dengan naskah dalam cerpen Bila semua Wanita Cantik Karya Tereliye yang mengangkat isu-isu sosial yang kerap dialami oleh para wanita yang memberikan pengajaran serta hiburan untuk pembaca. Sosiologi dan sastra dapat menjadi suatu unsur yang saling berterkaitan. Berdasarkan Ian Watt di Literature and Society (1964), sosiologi sastra bisa dibagi menjadi tiga, (1) konteks sosial pengarang, (2) sastra sebagai cerminan masyarakat, (3) fungsi sosial sastra. Penulis memilih teori sosiologi sastra Ian Watt sastra sebagai cerminan masyarakat dalam mengkaji cerpen Bila Semua Wanita Cantik karya Tere Liye.
Copyrights © 2024