Latar belakang: Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa, di mana terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat signifikan. Salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja adalah pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pendidikan seks. Data tahun 2022 kekerasan seksual di Sumba Timur sebanyak 29 kasus dan kasus kekerasan sesual kebanyakan terjadi di desa-desa. Namun, di banyak kalangan, pendidikan seks masih dianggap sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka, baik di lingkungan keluarga maupun di institusi pendidikan. Informasi yang kurang tentang pendidikan seks yang benar dan terbuka dapat mengakibatkan perilaku seksual yang berisiko, kehamilan di luar nikah, penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), serta gangguan kesehatan mental akibat ketidaktahuan atau informasi yang salah. Pentingnya pendidikan seksual juga agar remaja dapat menjaga perilaku seksualnya dengan baik dan benar. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pengetahuan tentang pendidikan seks yang benar sangat efektif terhadap perilaku seksual yang sehat pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif, populasi semua anak remaja yang berada di SMA Negeri 1 Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur berjumlah 131 orang. Sampel dari penelitian ini berjumlah (105 responden) dan pengambilan sampel secara Random Sampling dengan teknik Systematic Random Sampling. Variabel independen adalah pengetahuan remaja dan variabel dependen adalah pendidikan seksual. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: dari 105 responden 72,38 % atau 76 responden mempunyai pengetahuan kurang tentang pendidikan seksual, dengan katagori terbanyak 71,43 % responden berjenis kelamin perempuan dan terbanyak pada umur 15 – 18 tahun sebanyak 80,95 %. Kesimpulan: terbanyak remaja madya dan berjenis kelamin perempuan yang pengetahunnya kurang tentang pendidikan seksual.
Copyrights © 2025