Penderitaan merupakan hal yang krusial di dunia yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia, namun seringkali dimaknai penderitaan sebagai hal yang negatif yang memberikan dampak pada aspek fisik, dan mental. Penderitaan selalu dikaitkan dengan teodise yang berusaha untuk mencari kebenaran menganai kejahatan yang terjadi dalam dunia ini dengan hakikat Allah dalam maha tau, maha baik dan maha kuasa. Dalam kajian ini pendekatan menggunakan kualitatif deskriptif dengan melihat berbagai literatur seperti Alkitab, Concordansi, kamus, buku-buku teologi dan buku-buku Pendidikan Agama Kristen serta jurnal/artikel yang releven sesuai dengan topik di atas. Tujuan dari penelitian ini untuk menjembatani hubungan penderitaan dan teodise Allah sebagai upaya mamahi makna teodise. Dari penelitian ini menemukan bahwa penderitaan sebagai sarana rencana Allah, dan sebagai sarana pembentukan iman atau spritual bahkan bagian dari kehendak bebas. Dengan demikian di implikasikannya dalam Pendidikan Agama Kristen melalui penanaman pemahaman dalam kurikulum PAK dan menyediakan strategi dalam mengajarkan makna penderitaan, serta pengutan karakter siswa melalui makna penderitaan. Oleh karena itu penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang harus di respon dengan positif.
Copyrights © 2025