Perkembangan artificial intelligence (AI) telah merasuk dalam berbagai industri, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan AI ini berdampak pada kurangnya eksistensi manusia dalam pembelajaran dan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasikan eksistensi manusia sebagai subjek pendidikan di era artificial intelligence. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan referensi artikel, jurnal, dan buku-buku terkait. Penelitian ini menggunakan tiga pendapat Jean Paul Sartre terkait pandangannya akan eksistensialisme. Berdasarkan pendapat pertama Sartre, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan merupakan suatu bukti adanya kesadaran akan kebutuhan ilmu pengetahuan. Pada pendapat kedua Sartre, penggunaan AI dapat membatasi kebebasan manusia. Pendapat terakhir Sartre adalah penggunaan AI sebagai support system dalam eksistensi manusia menentukan esensinya. Peranan guru tidak dapat digantikan oleh AI. Hal ini dikarenakan AI tidak dapat mengajarkan moral dan esensi kehidupan, seperti kejujuran dan kerja keras. Hal ini juga diikuti oleh dampak negatif AI seperti plagiarisme dan cheating. Dengan demikian, diperlukan peranan guru untuk dapat menengahi dan mengarahkan manusia dalam pemanfaatan teknologi AI.
Copyrights © 2024