Honorifik merupakan wujud kebahasaan di suatu masyarakat tutur yang tidak lepas dari pengaruh latar belakang sosial komunitas penuturnya. Fenomena honorifik pada bentuk pronomina persona ini belum banyak dikaji untuk menyatakan rasa hormat dalam aturan-aturan yang bersifat psikologis maupun kultural. Tujuan penelitan ini: (1) mendeskripsikan bentuk dan variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa Melayu Kampar; (2) mendeskripsikan faktor sosial penentu variasi honorifik; (3) mendeskripsikan kaidah pemakaian honorifik ragam Bahasa Melayu Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiopragmatik. Bentuk dan variasi honorifik pronomina persona yang ditemukan berdasarkan dua kategori, yaitupronomina persona kekerabatan langsung berdasarkan keturunan (hubungan darah) dan pronomina persona kekerabatan tidak langsung berdasarkan perkawinan. Variasi honorifik nonkebahasaan banyak ditemukan pada bahasa Melayu Kampar seperti konteks sosial, usia, status, jenis kelamin, penghargaan daripada variasi kebahasaan (pilihan kata/diksi, benuk gramatikal, penyusunan kalimat). Faktor sosial penentu variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa melayu kampar di antaranya: (1) hubungan peran penutur; (2) umur penutur; (3) jabatan penutur; (4) jenis-jenis fungsi bahasa yang digunakan seperti permintaan, persuasi, pembicaraan informasi; dan (5) kefasihan penggunaan bahasa itu sendiri. Pemakaian jenis honorifik yang tepat harus disesuaikan dengan konteks sosial yang digunakan seperti (a) kaidah alternasi; (b) kaidah kookurensi, dan (c) kaidah sekuensi. Fenomena Honorifik pada bentuk pronomina persona menempatkan bahasa dalam konteks sosial.
Copyrights © 2025