Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang berisiko menimbulkan komplikasi, salah satunya hipotermi pasca operasi akibat efek anestesi, suhu ruangan rendah, dan penggunaan cairan infus dingin. Hipotermi dapat berdampak pada peningkatan morbiditas, melambatnya pemulihan anestesi, peningkatan perdarahan, serta infeksi luka operasi. Intervensi nonfarmakologis seperti blanket warmer terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian blanket warmer terhadap pasien hipotermi post operasi laparoskopi dengan diagnosis medis kolelitiasis di Recovery Room RSUP Tadjuddin Chalid Makassar. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan model asuhan keperawatan pada pasien dengan pengukuran suhu tubuh pasien sebelum dan sesudah pemasangan blanket warmer selama 30 menit. Setelah dilakukan penerapan manajemen hipotermi melalui pemberian blanket warmer pada pasien post operasi laparoskopi keluhan menggigil dan pucat menurun, Implementasi intervensi blanket warmer terbukti efektif dalam membantu pemulihan termoregulasi pasien pasca operasi.
Copyrights © 2025