Penelitian ini mengkaji pembentukan citra diri anggota Paguyuban Duta FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam merespons ekspektasi sosial konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior). Citra diri dipahami sebagai refleksi sosial yang terbentuk melalui proses membayangkan, menafsirkan, dan mengembangkan pandangan diri berdasarkan penilaian orang lain sesuai teori Looking Glass Self. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan citra diri tidak statis, melainkan negosiasi antara identitas autentik dengan tuntutan sosial dan institusional. Konsep 3B berfungsi sebagai standar ideal, tetapi juga menimbulkan dilema personal, terutama bagi anggota dengan kepribadian atau ekspresi gender yang tidak sesuai stereotip maskulin-feminin. Penelitian ini menekankan perlunya ruang representatif yang inklusif dan adaptif agar citra diri tetap autentik, serta mendukung pengembangan sistem pemilihan dan pembinaan Duta FKIP yang sesuai dengan realitas sosial mahasiswa.
Copyrights © 2025