Kajian ini bertujuan untuk menelusuri, menafsirkan ulang, dan mengontekstualisasikan gagasan mengenai asal-usul serta keteraturan alam semesta melalui perspektif filsafat ontologi dan kosmologi. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa konsep tentang “chaos” (kekacauan) dan “kosmos” (keteraturan) merupakan dua entitas dialektis yang membentuk fondasi bagi pemikiran manusia tentang realitas dan keberadaan. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka serta pendekatan hermeneutik-filosofis, penelitian ini mengkaji evolusi gagasan tentang penciptaan dan keteraturan alam semesta dari filsafat Yunani klasik hingga diskursus filsafat dan sains modern. Tokoh-tokoh seperti Herakleitos, Plato, Aristoteles, Al-Farabi, Ibn Sina, Stephen Hawking, dan Ilya Prigogine dijadikan rujukan utama untuk menelusuri kontinuitas dan transformasi ide tentang keteraturan kosmos. Hasil analisis menunjukkan bahwa keteraturan kosmos merupakan ekspresi ontologis dari keberadaan yang dinamis dan terus berproses, di mana ketidakteraturan (chaos) justru menjadi elemen yang melahirkan keteraturan baru. Dalam konteks filsafat kontemporer, alam semesta dipahami bukan sebagai sistem tertutup yang statis, melainkan sebagai struktur terbuka yang senantiasa berevolusi menuju keseimbangan dan harmoni baru. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang semesta menuntut integrasi antara filsafat, sains, dan teologi agar mampu menangkap hakikat keberadaan secara utuh dan transendental.
Copyrights © 2025