Tradisi Ampyang Maulid di Loram Kulon menghadapi tantangan modernisasi dan penurunan pemahaman budaya generasi muda, mendesak pelestarian nilai sosial-religius dan identitas lokal di tengah ancaman komodifikasi serta resistensi sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi tradisi dalam pelestarian nilai serta mengungkap strategi agar warisan ini tetap relevan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan peneliti terjun langsung ke lokasi di Desa Loram Kulon untuk mengumpulkan informasi, penelitian ini menemukan bahwa revitalisasi pasca-2010 melalui integrasi Loram Expo berhasil menguatkan ekonomi dan solidaritas warga. Tradisi ini efektif menginternalisasi nilai gotong royong dan spiritualitas sekaligus mengukuhkan identitas melalui kolaborasi lintas elemen, meski masih dihadapkan pada tantangan perbedaan pandangan keagamaan dan pelanggaran ketertiban yang memerlukan kajian lanjutan mengenai strategi edukasi kultural yang lebih efektif bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2025