Korupsi merupakan permasalahan serius yang menghambat pembangunan serta merusak tata kelola pemerintahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di era digital saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang mengulas berbagai literatur dan kajian empiris terkait strategi, tantangan, dan inovasi mahasiswa dalam membangun budaya anti korupsi melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar sebagai penggerak utama dalam pendidikan, advokasi, dan pengawasan publik terhadap korupsi. Mereka melakukan kampanye aktif melalui seminar, diskusi, dan pengembangan aplikasi digital yang meningkatkan transparansi dan partisipasi publik. Namun rendahnya literasi digital dan hambatan struktural masih menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi agar peran mahasiswa dapat lebih optimal. Implikasi hasil ini menekankan pentingnya integrasi nilai integritas dan anti-korupsi dalam prasyarat serta penguatan kapasitas literasi pelajar digital untuk mendorong pemberantasan korupsi yang efektif di masyarakat digital.
Copyrights © 2025