Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai mutu buah kelapa kopyor dari PPKS Unit Bogor dengan penekanan pada pengenalan jenis cacat (reject) serta penyebab utama penurunan kualitas. Pengendalian mutu dilakukan dengan memanfaatkan tiga alat analisis utama, yaitu Check Sheet, Diagram Pareto, dan Diagram Fishbone. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian pustaka, pengamatan, dan dokumentasi sebagai bagian dari pendekatan deskriptif kualitatif. Check Sheet berfungsi untuk mencatat frekuensi cacat buah kopyor, sedangkan Diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi cacat yang paling mendominasi dan perlu diperbaiki, dan Diagram Fishbone membantu dalam menemukan akar masalah dari cacat yang paling signifikan. Berdasarkan data Check Sheet tahun 2023, angka reject mencapai 20% dari total produksi 330. 000 butir. Jenis cacat yang paling sering dijumpai adalah lonjong, kering/tua, kecil, kopong, dan muda, di mana lonjong adalah yang terbanyak. Ketika dibandingkan dengan data terbaru, terdapat penurunan signifikan pada taraf reject menjadi 3,98% per Oktober 2025, yang menunjukkan adanya peningkatan dalam efektivitas pengendalian mutu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kombinasi antara Check Sheet, Pareto, dan Fishbone sangat efektif dalam mengidentifikasi masalah prioritas serta memberikan landasan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas buah kelapa kopyor.
Copyrights © 2025