Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengusaha pemula memaknai kesalahan dan ketidakpastian dalam proses manajerial kewirausahaan mereka. Kesalahan dan ketidakpastian merupakan dua aspek yang tidak dapat dihindari dalam dunia bisnis modern yang dinamis. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif, penelitian ini menggali pengalaman sepuluh pengusaha muda di Kota Medan, Sumatera Utara, dengan menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik sebagaimana dikemukakan oleh Braun dan Clarke (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan dipahami bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai sarana pembelajaran reflektif (reflective learning) yang memperkaya pengalaman manajerial. Sementara itu, ketidakpastian dipandang sebagai ruang bagi kreativitas dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Dari proses refleksi atas kesalahan dan ketidakpastian, terbentuklah ketangguhan wirausaha (entrepreneurial resilience) yang menjadi dasar bagi pengembangan pola pikir inovatif dan adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan positif terhadap kesalahan dan ketidakpastian menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter wirausahawan muda yang tangguh, kreatif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.
Copyrights © 2025