Informasi digital di sektor informal membuka pintu bagi bisnis mikro, termasuk pedagang kaki lima (PKL), untuk memanfaatkan peluang baru. Penggunaan media sosial WhatsApp untuk aktivitas pemasaran adalah kemajuan yang luar biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan media sosial WhatsApp dan metode pemasaran baru berdampak pada peningkatan penjualan pedagang kaki lima di Komunitas Sauyunan Bersatu, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survei deskriptif dan verifikatif. Aplikasi SPSS versi 20 digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner yang dibuat melalui Google Forms. Rumus Slovin digunakan untuk mengumpulkan sampel, dan jumlah orang yang menjawab adalah 100. Validitas, reliabilitas, normalitas, analisis jalur (path analysis), dan uji hipotesis digunakan untuk menguji data. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial WhatsApp dan inovasi pemasaran meningkatkan penjualan secara parsial dan penuh. WhatsApp masih terbatas untuk PKL, tetapi telah terbukti berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi yang bagus. Inovasi pemasaran juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis, terutama dalam hal kreatifitas dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan PKL dan pelatihan digital marketing sangat penting untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Copyrights © 2025