Kemampuan spasial visual siswa sekolah dasar masih rendah, khususnya dalam memahami representasi geometri tiga dimensi secara mental. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan spasial visual siswa melalui tes berbasis visual tiga dimensi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan siswa kelas V di salah satu sekolah dasar swasta di Kabupaten Bandung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Instrumen berupa soal pilihan ganda dan uraian disusun berdasarkan enam indikator spasial visual dan diberikan dalam satu kali pertemuan tanpa intervensi pembelajaran tambahan. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori rendah, dengan skor tertinggi pada indikator rotasi atau pencerminan bentuk (mean = 3.000) dan terendah pada indikator potongan atau lipatan bentuk (mean = 0.3636). Korelasi signifikan ditemukan antara kemampuan mengenali bentuk geometri dengan kemampuan perspektif visual (r = 0.759, p < 0.01). Simpulan penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran spasial berbasis visual dan kontekstual untuk meningkatkan representasi mental geometri siswa.
Copyrights © 2025