Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam menangani kasus kejahatan di Indonesia, khususnya yang memiliki tingkat ancaman tinggi terhadap saksi dan korban. Perlindungan yang diberikan oleh LPSK sangat penting karena saksi dan korban sering menghadapi intimidasi, tekanan, atau ancaman yang dapat menghambat proses penegakan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan meninjau berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi, dan peraturan perundang-undangan yang relevan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan tugas LPSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPSK telah menjalankan berbagai bentuk perlindungan seperti perlindungan fisik, pendampingan hukum, bantuan medis, rehabilitasi psikologis, serta fasilitasi restitusi dan kompensasi. Meskipun demikian, efektivitas lembaga ini masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya, belum optimalnya koordinasi lintas lembaga, serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perlindungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa LPSK memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem peradilan pidana, namun membutuhkan peningkatan kapasitas kelembagaan, sosialisasi yang lebih luas, serta pembaruan regulasi agar mampu memberikan perlindungan yang lebih efektif dan menyeluruh.
Copyrights © 2025