Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan mindfulness journaling sebagai upaya membangun ketahanan emosional remaja yang menghadapi konflik keluarga. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus tunggal pada satu subjek, yaitu siswi kelas XI SMA Negeri 13 Medan berinisial AS. Data dikumpulkan melalui asesmen AKPD, wawancara mendalam, dan observasi pra-intervensi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AS mengalami kesulitan dalam mengelola emosi akibat konflik antara orang tua, yang berdampak pada perilaku menarik diri, penurunan motivasi belajar, dan keterlambatan sekolah. Melalui praktik mindfulness journaling yang terstruktur dalam bentuk refleksi emosi, diri, dan belajar, AS mampu mengekspresikan perasaan secara jujur, meningkatkan kesadaran diri, serta mengembangkan penerimaan terhadap kondisi keluarga. Kegiatan ini juga membantu subjek menumbuhkan rasa syukur, semangat belajar, dan pandangan positif terhadap diri. Dengan demikian, mindfulness journaling terbukti efektif sebagai strategi konseling berbasis refleksi diri untuk memperkuat ketahanan emosional remaja di tengah konflik keluarga.
Copyrights © 2025