Penelitian ini mengkaji terminologi etnolinguistik dalam upacara adat pernikahan Jawa Tengah pada masyarakat Kota Semarang. Perkawinan adat Jawa Tengah kaya akan terminologi yang mencerminkan struktur sosial, filosofi, dan kepercayaan masyarakat. Di tengah pesatnya urbanisasi Kota Semarang, tradisi pernikahan Jawa masih dipertahankan meskipun berpotensi mengalami pergeseran makna. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna kultural dalam terminologi upacara pernikahan dan menganalisis hubungannya dengan sistem nilai budaya masyarakat Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik yang dilakukan pada September 2025 di Kecamatan Semarang Barat dan Gunungpati, Kota Semarrang. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan juru panggih (64 tahun) dan pranatacara (57 tahun). Teknik pengumpulan data mencakup studi pustaka, wawancara, teknik simak bebas libat cakap, teknik pancing, catat, dan rekam. Analisis menggunakan metode padan referensial melalui transkripsi, klasifikasi terminologi, dan sinkronisasi data. Penelitian ini menganalisis berbagai prosesi seperti sinduran, sungkeman, midodareni, siraman, dan panggih yang mengandung makna simbolis mendalam. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya tak benda dan memperkaya kajian bahasa dan budaya di Indonesia.
Copyrights © 2025