Depresi postpartum adalah gangguan emosional non-psikotik yang muncul setelah melahirkan, biasanya mencapai puncaknya dalam beberapa minggu pertama hingga tiga bulan pascapersalinan. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan perilaku, kognitif, dan interpersonal yang mengganggu hubungan ibu dan bayi, serta berdampak jangka panjang terhadap ikatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara depresi postpartum dan ikatan ibu–bayi di Puskesmas Colomadu II. Studi potong lintang dilakukan pada 59 ibu yang memiliki bayi berusia kurang dari 12 bulan. Data dikumpulkan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia dan Mother to Infant Bonding Scale (MIBS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rank dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 ibu (16,9%) mengalami depresi postpartum. Ditemukan korelasi positif antara depresi postpartum dan gangguan ikatan ibu–bayi (r = 0,279; p = 0,032), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi skor depresi, semakin lemah ikatan ibu–bayi. Analisis regresi juga menunjukkan bahwa variabel sosiodemografis tidak berhubungan signifikan dengan depresi (p > 0,05). Temuan ini menekankan pentingnya skrining dan penanganan dini depresi postpartum oleh tenaga kesehatan terutama bidan.
Copyrights © 2025