Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia. Permasalahan yang sering terjadi dengan jumlah penduduk yang banyak adalah keluarga berencana. Salah satu permasalahan dalam keluarga berencana adalah keikutsertaan PUS dalam program KB belum sepenuhnya. SKB-KB adalah metode konseling yang memberikan informasi kontrasepsi secara obyektif, menyeluruh, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi akseptor. Konselor berperan membantu akseptor memahami kelebihan dan kekurangan setiap metode, sehingga keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan informed choice. Penggunaan SKB-KB dalam meningkatkan capaian alat kontrasepsi sangat efektif karena menggunakan media informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Strategi Konseling Berimbang (SKB-KB) pascasalin terhadap pengambilan keputusan menggunakan MKJP. Metode Penelitian menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest without group control design. Sampel penelitian dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 30 orang. Uji statistik Wilcoxon didapatkan p value 0,008 menunjukkan terdapat pengaruh pemberian konseling terhadap pemilihan MKJP.
Copyrights © 2025