Pendidikan di daerah rawan bencana, seperti Kota Palu, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kualitasnya setelah bencana alam yang menghancurkan infrastruktur dan mengguncang stabilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan pengalaman ketangguhan pendidikan di tengah krisis, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan emosional yang berperan dalam proses pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangguhan pendidikan dibangun melalui hubungan sosial yang kuat antara anggota komunitas pendidikan, serta kapasitas mental dan emosional untuk menghadapi trauma dan ketidakpastian. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang ketangguhan pendidikan dengan menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dan masyarakat dalam mengatasi tantangan pasca-bencana. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian ketangguhan dengan menekankan dimensi sosial dan emosional dalam pembentukan ketangguhan pendidikan di daerah rawan bencana, serta membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut tentang peran komunitas dalam pendidikan pasca-bencana.
Copyrights © 2025