Emergency conditions involving respiratory arrest and cardiac arrest which require prompt and accurate intervention to save the victim’s life and help for stabilization until advanced medical assistance arrives or the patient transferred to an appropriate healthcare facility. The general public can contribute by giving basic life support (BLS). To ensure that these lifesaving principles are applied correctly, education and training on basic life support and victim transport evacuation are essential. Students of SMK Kesehatan Darussalam Bergas, Semarang Regency, represent a potential group to receive training in BLS and emergency transport evacuation. The goal of this community service was to improve participants’ knowledge and skills in giving BLS and victim transport during emergency situations. The training was conducted over two days using lectures, discussions, demonstrations, and role play methods. Result which shown from pre-test and post-test assessment indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills regarding BLS and victim transport evacuation form 7,48% increase to 82,24% for good knowledge. Continuous education and training BLS and emergency transport are crucial foundations for effective emergency management. ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan henti nafas dan henti jantung mengharuskan pertolongan diberikan dengan tepat dan akurat sehingga dapat menyelamatkan korban serta membantu stabilisasi sampai pertolongan datang atau sampai ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu memberikan bantuan hidup dasar. Agar prinsip pertolongan dapat diberikan dengan benar dan tepat diperlukan edukasi dan pelatihan tentang hidup dasar dan evakuasi transport korban. Siswa-siswi SMK Kesehatan Darussalam Bergas Kabupaten Semarang merupakan pelajar yang potensial untuk diberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dan evakuasi transport korban. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BHD serta evakuasi transport korban pada kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan role play selama dua hari. Hasil pre tes dan pos tes pelatihan dan edukasi selama dua hari tentang BHD dan evakuasi transport menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu meningkat dari 7,48% untuk pengetahuan baik menjadi 82,24%. Edukasi dan pelatihan secara berkesinambungan tentang BHD dan evakuasi transport perlu dilakukan sebagai dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.
Copyrights © 2025