Abstrak Penelitian ini menganalisis transitivitas dalam debat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 sebagai cerminan strategi dan ideologi politik kontestan di medan politik penting yang menyumbang 56,3% suara nasional dan menjadi indikator politik nasional strategis. Pertanyaan utama adalah bagaimana kandidat membentuk realitas politik melalui pilihan linguistik dalam sistem transitivitas yang merepresentasikan orientasi kebijakan praktis dan abstrak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis 499 data dari tiga sesi debat di KOMPAS.TV (30 Oktober, 10 November, dan 20 November 2024) dengan kerangka Linguistik Fungsional Sistemik Halliday, melibatkan proses, partisipan, dan sirkumstansi. Temuan mengungkapkan dominasi proses material (75,8%) dan proses mental (24,2%), menegaskan strategi "legitimasi melalui tindakan" dengan pola adaptasi strategis dan peningkatan intensitas komunikasi 61%. Kandidat nomor satu menggunakan pendekatan teknokratis berbasis target kuantitatif, sedangkan kandidat nomor dua menerapkan strategi kearifan lokal yang merangkul nilai tradisional Jawa. Implikasi teoretis memperkuat teori LFS dengan mengidentifikasi "formula 3:1" sebagai proporsi ideal komunikasi politik lokal Indonesia, kontras dengan temuan internasional dan menegaskan karakteristik demokrasi Indonesia yang pragmatis serta berorientasi program nyata. Kata kunci: transitivitas; debat politik; ; Pilkada Jawa Tengah; proses material; komunikasi politik
Copyrights © 2025