Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pegunungan Arfak. Perbedaan tingkat kinerja antarpegawai diduga berkaitan dengan variasi gaya kepemimpinan, terutama dalam hal pembinaan, ketegasan, dan kemampuan komunikasi pimpinan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif untuk menjelaskan hubungan antara variabel kepemimpinan sebagai variabel independen dan kinerja pegawai sebagai variabel dependen. Populasi penelitian berjumlah 65 orang, terdiri atas 40 Aparatur Sipil Negara dan 25 tenaga honorer. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,647. Artinya, kualitas kepemimpinan menjelaskan 64,7% variasi perubahan kinerja pegawai Satpol PP. Pemimpin yang tegas, komunikatif, dan memberi teladan moral terbukti mampu meningkatkan tanggung jawab serta produktivitas kerja bawahannya. Temuan ini memperkuat pandangan Rivai (2014) dan Mangkunegara (2017) bahwa efektivitas organisasi publik sangat bergantung pada kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan ketegasan dan empati. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan kapasitas kepemimpinan partisipatif dan pembinaan disiplin kerja berbasis keteladanan. Kepemimpinan yang humanis dan konsisten dalam menegakkan aturan akan menciptakan iklim kerja yang kondusif, sementara penerapan disiplin yang berimbang antara pembinaan dan penghargaan akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan loyalitas pegawai. Dengan demikian, sinergi antara kepemimpinan dan kedisiplinan menjadi kunci dalam membangun organisasi publik yang profesional, efektif, dan berintegritas di Provinsi Papua Barat.
Copyrights © 2025