Penetrasi ekstremisme daring di kalangan pelajar menuntut kesiapan calon guru dalam memiliki literasi digital kritis dan ketahanan ideologis. Namun, kurikulum PTKI belum menyediakan modul kewarganegaraan digital yang secara sistematis mengintegrasikan nilai-nilai Wasathiyyah dan Pancasila. Penelitian ini mengembangkan prototipe awal Modul Kewarganegaraan Digital melalui pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE. Data penelitian dikumpulkan melalui survei kebutuhan mahasiswa (N=30), wawancara satu orang dosen pengampu mata kuliah, serta validasi oleh tiga ahli (materi, kurikulum, dan praktisi). Rekontekstualisasi nilai dilakukan dengan memetakan prinsip Wasathiyyah (tawassuṭ, tasāmuḥ, i‘tidāl) dan nilai-nilai Pancasila ke dalam kompetensi pedagogis digital. Hasil validasi menunjukkan skor agregat V-Aiken sebesar 0,78, yang berada di bawah ambang batas ≥0,80 sehingga memerlukan revisi formatif. Meski demikian, para ahli menilai prototipe ini relevan dan berpotensi digunakan untuk melatih calon guru dalam menganalisis narasi daring, melakukan verifikasi informasi, dan mengenali ujaran kebencian. Studi ini menghasilkan kerangka kompetensi dan rancangan modul berbasis nilai sebagai pijakan bagi pengembangan dan pengujian lanjutan sebelum implementasi yang lebih luas
Copyrights © 2025