Pendidikan tinggi yang berkualitas menekankan pentingnya pengembangan holistik mahasiswa, di mana civic engagement (CE) diduga berkontribusi terhadap pencapaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran sense of community (SoC) dalam memediasi hubungan antara CE dan student well-being (SWB) pada konteks pendidikan tinggi politeknik. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Sampel penelitian berjumlah 53 mahasiswa yang aktif di badan eksekutif mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (Polban), dipilih secara acak dari populasi 222 orang. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa CE berpengaruh positif dan signifikan terhadap SoC (B = 0,613, p < 0,001). Namun, pengaruh langsung CE terhadap SWB tidak signifikan (B = 0,153, p = 0,294). Sebaliknya, SoC menunjukkan pengaruh langsung yang kuat terhadap SWB (B = 0,585, p < 0,001). Efek tidak langsung CE terhadap SWB melalui mediasi SoC terbukti signifikan (B = 0,359, p < 0,001), yang mengonfirmasi adanya mediasi penuh. Disimpulkan bahwa CE tidak berdampak langsung pada kesejahteraan mahasiswa, melainkan harus dimediasi oleh penguatan rasa kebersamaan. Implikasinya, program kemahasiswaan berbasis CE perlu secara intensional dirancang untuk membangun ruang kolaboratif dan nilai-nilai bersama guna mendukung kesejahteraan holistik mahasiswa dan pencapaian SDGs-4.
Copyrights © 2025