Rendahnya literasi sains di kalangan siswa Indonesia, khususnya dalam konsep fisika abstrak seperti energi potensial dan energi kinetik, menuntut pengembangan bahan ajar yang inovatif dan relevan secara budaya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi modul ajar fisika yang mengintegrasikan kearifan lokal Palembang, Problem-Based Learning (PBL), dan simulasi PhET. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) berbasis model 4-D (Define, Design, Develop), yang dihentikan pada tahap pengembangan. Validasi dilakukan oleh tiga ahli (materi fisika, pedagogi, dan media pembelajaran) serta diuji coba melalui uji one-to-one (n=2) dan uji kelompok kecil (n=4). Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan koefisien validitas isi Aiken’s V. Hasil menunjukkan bahwa modul memperoleh nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,87, yang dikategorikan sebagai “Sangat Valid”, dengan skor tertinggi pada aspek relevansi kearifan lokal Palembang (V = 0,93) dan penerapan PBL (V = 0,88). Tanggapan siswa menunjukkan bahwa 92–95% menyatakan modul mudah dipahami, relevan dengan konteks lokal, dan membantu memvisualisasikan konsep energi melalui simulasi PhET. Dengan demikian, modul ini dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran fisika yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025