Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis Dampak Gejala Fear of Missing Out (FoMO) akibat penggunaan TikTok terhadap Perkembangan Kepribadian Generasi Z di Kota Mataram. Berdasarkan data pengguna yang tinggi (rata-rata 7 jam sehari), ditemukan bahwa mekanisme TikTok yang menggunakan variable-ratio schedule (Teori Skinner) memicu perilaku scrolling kompulsif, yang memperkuat gejala FoMO (kecemasan, stress tanpa internet, dan kekhawatiran tidak up to date). Secara psikologis, FoMO didorong oleh kebutuhan intrinsik keterhubungan (relatedness) (SDT Deci & Ryan) dan diperparah oleh perbandingan sosial ke atas (Teori Festinger) dengan konten idealisasi di platform. Dampak negatif yang teramati pada Gen Z meliputi munculnya rasa iri, perasaan tidak puas, dan "haus validasi" melalui interaksi media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa konstruksi realitas media sosial menciptakan siklus adiktif yang merusak kesejahteraan emosional dan perkembangan kepribadian Gen Z di lingkungan studi.
Copyrights © 2025