Perubahan perilaku konsumen, terutama terkait platform digital, telah mendorong bank untuk mempercepat adopsi solusi perbankan digital. Adopsi konsep digital oleh bank didorong oleh permintaan pelanggan akan pengelolaan keuangan yang cepat dan fleksibel, memudahkan akses kapan saja dan dari mana saja. Kemajuan teknologi dan era disrupsi telah melahirkan berbagai inovasi praktis dan efisien. Penelitian ini menggunakan metodologi analisis kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan data sekunder dari Laporan keuangan PT Bank Aladin Syariah TBK untuk tahun 2022 hingga 2023. Teknik analisis data menggunakan Metode Price Earning Rasio, untuk mengevaluasi harga saham menggunakan metode PER dan Metode Discounted Cash Flow (DCF) dalam menentukan penilaian atas harga wajar saham. Hasil EBIT (Earning Before Interest Tax) dalam 3 tahun terakhir minus. Sehingga mempengaruhi hasil FCFnya. Depresiasi juga hasilnya 0 karena PT Bank Aladin tidak memiliki fixed aset. Perhitungan return saham tahun 2022 saham PT Bank Aladin memiliki kinerja kurang baik, sehingga investor mengalami kerugian terus menerus. Hasil perhitungan PER minus. Bank Aladin terindikasi mengalami kerugian. Hasil perhitungan Price Earning Ratio (PER) PT Bank Aladin Syariah Tbk tahun 2022 dan tahun 2023 juga minus. Dari perhitungan DCF dan PER terhadap kinerja saham PT Bank Aladin Syariah Tbk, tidak layak untuk dibeli.
Copyrights © 2025