Makalah ini mengkaji peran dan tantangan yang dihadapi oleh SOS Children’s Villages Flores Waturia, komunitas Maumere dalam memberikan perawatan bagi anak-anak yang kehilangan hak asuh orang tua. Anak-anak di komunitas ini menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, serta dukungan psikologis dan spiritual. Ketidakhadiran orang tua membuat mereka rentan kehilangan arah dan harapan untuk masa depan. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya, baik manusia maupun keuangan, menjadi hambatan serius dalam memastikan penyediaan perawatan yang memadai. Dalam konteks ini, Gereja Katolik diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis yang mampu memberikan dukungan spiritual dan moral. Gereja tidak hanya dipanggil untuk memberikan bantuan materi, tetapi yang lebih penting, untuk terlibat dalam pelayanan pastoral, pendampingan berbasis iman, dan pemberdayaan potensi anak-anak. Melalui pendekatan humanis dan berbasis iman, Gereja dapat menjadi kekuatan transformatif yang memulihkan martabat anak-anak dan memperjuangkan hak-hak mereka yang sering diabaikan. Keterlibatan Gereja merupakan manifestasi konkret dari misi Kristen untuk membawa cinta, keadilan, dan harapan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Copyrights © 2025