Kekerasan seksual menjadi kekerasan yang paling banyak terjadi terutama pada anak anak, dan self efficacy yang rendah berperan dalam memperkirakan viktimisasi atau kemungkinan seseorang untuk menjadi korban kekerasan. Selain itu, self efficacy telah digunakan sebagai salah satu aspek perlindungan diri pada pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan seksualitas berbasis sekolah pada self efficacy menjaga diri dari kekerasan seksual anak. Dengan metode kuantitatif quasi experiment nonequivalent control group dengan teknik purposive sampling siswa sekolah dasar kelas 5. Hasil penelitian menemukan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki skor self efficacy yang berbeda (p value .004). Meskipun kelompok kontrol juga memiliki pengetahuan terkait aspek perlindungan diri, namun kelompok eksperimen memiliki keyakinan yang lebih tinggi dalam mengatasi hambatan dan menggunakan pengalamannya untuk melindungi diri dari kekerasan seksual di situasi dan kondisi apapun.
Copyrights © 2025