Nurilah. Pemanfaatan limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai katalis Heterogen dalam pembuatan Biodiesel Jeruk manis (citrus sinensis) merupakan komoditas hasil pertanian di Indonesia yang sangat diminati oleh konsumen. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis) biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Selama ini pemanfaatan kulit jeruk manis belum dilakukan secara optimal, sehingga menyebabkan penumpukan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai katalis heterogen dalam proses transesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Kulit jeruk yang telah dikarbonisasi dan diimpregnasi dengan NaOH dikalsinasi pada berbagai suhu (400–700 °C) untuk menghasilkan katalis aktif. Variasi suhu kalsinasi dan konsentrasi katalis (1% dan 2%) dievaluasi terhadap parameter kualitas biodiesel, seperti yield, viskositas, dan densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kalsinasi 700 °C dengan konsentrasi katalis 2% menghasilkan yield tertinggi sebesar 93% dan densitas 0,867 g/cm³ yang masih sesuai dengan standar biodiesel SNI. Katalis pada suhu 600 °C menunjukkan hasil viskositas dan densitas paling optimal, mendekati spesifikasi standar biodiesel. Penelitian ini membuktikan bahwa kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan sebagai katalis heterogen yang efektif, sekaligus menjadi solusi pengolahan limbah organik untuk produksi energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025