Desa wisata di Indonesia identik dengan keindahan alam, keunikan budaya, serta potensi lokal yang dimiliki oleh desa tersebut sehingga layak menjadi sebuah desa wisata. Semakin berkembangnya desa wisata seharusnya memberikan dampak yang positif bagi masyarakat setempat. Namun, tidak demikian dengan masyarakat Desa Mas-Mas Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat melakukan resistensi hingga merusak fasilitas umum. Penelitian ini mendeskripsikan penyebab dan bentuk resistensi masyarakat dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Subjek dalam penelitian ini adalah pemerintah desa dan masyarakat Desa Mas-Mas dan objeknya adalah wisata yang ada di Desa Mas-Mas Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan hasil temuan yang di dapatkan di lapangan bahwa masyarakat melakukan reseistensi terhadap wisata yang ada di Desa Mas-Mas Kecamatan Batuklisng Utara, karena masyarakat tidak mendapatkan keutungan dari wisata tersebut. Bentuk resistensi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mas-Mas adalah merusak fasilitas umum, merusak pot bungga dan melakukan demo. Dari hasil temuan ini bahwa masih banyak masyarakat melakukan resistensi terhadap wisata yang ada di Desa Mas-Mas Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah.
Copyrights © 2025