Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan hambatan dalam pembelajaran matematika bagi anak tunarungu di SLBN Purwosari Kudus. Dan memberikan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil pembelajaran yang baik. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SLBN (Sekolah Luar Biasa Negeri) Purwosari Kudus pada 8 anak tunarungu mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunarungu memiliki beberapa kebutuhan khusus dalam pembelajaran matematika; komunikasi, bahan dan media pembelajaran, strategi pembelajaran, serta penilaian. Di sisi lain, anak tunarungu memiliki hambatan dalam pembelajaran matematika; ketebatasan pendengaran, kesulitan memahami konsep abstrak, kurangnya kosakata matematika, hingga gaya belajar yang berbeda.
Copyrights © 2025