Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi stigma pekerjaan perempuan pada profesi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Makassar serta dampaknya terhadap status sosial dan profesionalitas guru, menggunakan perspektif Feminisme Kritis. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Informan terdiri dari 12 guru PAUD (10 perempuan dan 2 laki-laki), dua kepala sekolah PAUD, serta satu pengelola lembaga PAUD yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pekerjaan perempuan terbentuk melalui konstruksi sosial yang menganggap kerja pengasuhan sebagai peran alami perempuan. Stereotip feminin seperti lembut, sabar, dan penuh kasih mengaburkan profesionalitas guru PAUD serta menyebabkan profesi ini dipandang rendah secara sosial dan ekonomis. Rendahnya partisipasi laki-laki semakin memperkuat feminisasi dan persepsi non-prestisius terhadap profesi ini. Penelitian juga menemukan bahwa guru PAUD mengembangkan strategi perlawanan melalui negosiasi identitas profesional, peningkatan kompetensi, redefinisi makna kerja, serta penguatan solidaritas melalui komunitas guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa stigma berbasis gender memiliki dampak struktural terhadap profesionalitas guru PAUD dan harus diatasi melalui kebijakan pendidikan yang sensitif gender serta penguatan pemberdayaan guru.
Copyrights © 2025